Senin, 13 Mei 2013

ekonomi industri

 STRUKTUR INDUSTRI – PERILAKU INDUSTRI – KINERJA INDUSTRI

Hubungan struktur, perilaku dan kinerja industri bahwa masing-masing komponen memiliki hubungan ketergantungan satu dengan yang lainnya. Struktur industri menunjukan karakteristik industri, seperti elemen jumlah pembeli dan penjual, keadaan produk, keadaan pengetahuan pembeli dan penjual, serta keadaan rintangan industri. Keadaan karakteristik pada suatu industri memiliki arti penting bagi iklim persaingan antar perusahaan khususnya keadaan perekonomian pada umumnya. Keadaan jumlah dan distribusi penjual dan distribusi penjual didalam pasar memengaruhi harga jual yang berlaku dan output yang terdapat didalam pasar.
            Pasar yang kami teliti berstruktur pasar oligopoli artinya pasar ini menjual serta memproduksi barang yang serupa namun berbeda corak. Segala usaha-usaha penjualan yang diterapkan oleh para pesaing akan meningkatkan permintaan pasar output perusahaan, selanjutnya perubahan komposisi penguasaan output perusahaan pada gilirannya akan meningkatkan keuntungan yang diterima oleh perusahaan yang bersangkutan.
Pada bentuk lainnya hubungan keterkaitan didalam industri antara kondisi struktur pasar, perilaku pasar dan kinerja pasar dapat dihubungkan dalam ilustrasi sebagai berikut industri oligopoli memiliki rintangan pasar untuk itu para pelaku industri mengakalinya dengan melakukan berbagai hal seperti kolusi informal, menentukan strategi bisnis, melakukan upaya penjualan dan pada akhirnya melihat jumlah permintaan. Untuk menekan harga para pelaku industri melakukan efisiensi produk kemudian melihat apakah dengan efisiensi tersebut sudah dapat menghasilkan produk yang berkualitas. Setelah itu semua dilakukan promosi yang bagus agar dapat memperoleh profit yang besar.           



Analisis Industri
Seperti sebuah industri yang kami temui dijalan Bratang jaya salah satunya adalah Pak Darmaji yang mencari peruntungan disana. Bersama pak Darmaji ada juga Pak Ranto serta Pak Bambang dan pedagang lainnya yang memproduksi jenis produk yang  serupa. Pak Darmaji sendiri sudah kurang lebih 10 Tahun berjualan ditempat tersebut dengan nama Kios Barokah. Pak Darmaji menjalani usahanya dibantu dengan 3 orang karyawan untuk membatu memproduksi pot-pot bunga untuk dijual. Pak Darmaji juga menerima pesanan dalam hal penjualan pot dikiosnya untuk dapat menarik pelanggan. Pak Darmaji mengaku melakukan bisinis ini karena tidak terlalu beresiko diantara bisnis-bisnis lainnya, dikarenakan barang yang dijualnya merupakan barang yang bersifat tahan lama dan kuat sehingga mengurangi resiko kerugian yang dikibatkan apabila barang dagangan ada yang rusak.
Jumlah pembeli sendiri dipasar ini cenderung stabil, Pak Darmaji mengungkapkan bahwa tidah terjadi perbedaan penjualan yang signifikan antara satu pedagang dengan pedagang lainnya. Karena barang yang diproduksi sama, Pak Darmaji dan pedagang lainnya cenderung sedikit bekerja sama dalam hal pembuatan pot-pot yang akan dijualnya agar berkualitas. Namun Pak Darmaji mengatakan bahwa ada saat-saat tertentu penjualan menjadi sepi pada saat-saat masa lebaran atau sesudah pergantian tahun. Dari segi jumlah  penjual  sendiri dipasar ini cenderung tetap dan tidak berubah-ubah, dikarenakan senua penjual dipasar ini merupakan orang-orang lama yang mewariskan usahanya turun-temurun.
Pak Darmaji bersama puluhan pedagang lainnya dipasar bratang juga tergabung dalam satu perkumpulan yang bernama Himpunan Pangguyuban Pasar Bunga Bratang(HPPBB) dimana pertemuan diadakan kuarang lebih sekitar 1 bulan sekali. Pertemuan tersebut bertujuan untuk membantu para pedagang yang kurang terlatih atau kekurangan dana untuk memproduksi barang dagangannya serta menanmpung keluh kesah para pedagang dan bersama-sama mencari jalan keluarnya. Badan himpunan ini dipimpin oleh Pak Tri Utomo dan juga terdapat campur tangan pemerintah didalamnya yang siap memberikan arahan dan jalan keluar atas setiap permasalahan yang biasa terjadi didalam pasar.
Pak Darmaji mengatakan bahwa adanya terjalin hubungan yang baik diantara satu pedagang dengan pedagang-pedagang lainnya membuatnya merasa tidak ada persaingan yang ketat dalam hal berjualan. Mereka mengaku bahwa mereka saling melengkapi barang dagangan mereka apa bila ada dari mereka yang kehabisan persediaan pot bunga. Dalam hal harga penjualan  Pak Darmaji mengaku tidak pernah terjadi kesepakatan antara yang satu dengan yang lainnya, para pedagang bebas mematok harga berapa saja sesuai dengan yang mereka inginkan.
Didalam hal berjualan Pak Darmaji mengaku tidak memiliki strategi apapun dalam hal mendapatkan untung, yang jelas Pak Darmaji mengatakan bahwa ia sudah melakukan yang terbaik setiap memproduksi barang dagangannya. Pemasaran yang dilakukan oleh Pak Darmaji hanyalah informasi dari mulut kemulut, diluar itu hanya menunggu konsumen untuk datang. Hingga kini Pak Darmaji memiliki banyak pelanggan tetap yang 1 minggu sekali berbelanja ditempatnya untuk mengambil barang. Dalam hal rintangan berjualan Pak Darmaji mengaku tidak mememiliki rintangan apa-apa. Harga yang diberikan kepada pelanggan adalah harga yang sudah pasti dan tidak bisa ditawar sehingga tidak pernah terjadi perdebatan harga antara Pak Darmaji dan para pelanggannya. Pak Darmaji akan memeberikan potongan harga apa bila pelanggannya mengambil barang dalam jumlah yang banyak.
Didalam pasar sendiri Pak Darmaji diberi arahan yang baik dari himpunan tempat mereka bernaung. Dari struktur pasarnya sendiri para pedagang diberi arahan bagaimana cara yang baik untuk berdagang diajarkan kerja sama dalam hal berdagang, artinya saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Dan pada akhirnya kinerja didalam pasar sendiri dapat berjalan dengan maksimal, pendapatan yang diperoleh satu pedagang dengan pedagang lainnya cenderung seimbang dan tidak terjadi kecemburuan dalam hal mencari keuntungan.
Tidak hanya ada Pak Darmaji saja yang kami temui dipasar bunga bratang, ada juga salah satunya adalah Pak Eko. Pak Eko baru-baru saja menjalani bisnis dipasar bunga bratang, ia dan istri harus melanjurkan bisnis orang tuanya yang baru-baru saja meninggal dunia. Berbekal pengetahuan yang pernah diberikan orang tuanya kini Pak Eko dan istri berniat untuk memajukan usahanya dengan membuka cabang ditempat lain, namun hal tersebut belum dilakukan karena masih dalm proses mengumpulan modal usaha. Tidak berbeda jauh dengan Pak Darmaji, Pak Eko juga mengaku tidak bersaing terlalu ketat dengan pedang lainnya malah saling melengkapi barang dagangan untuk memperoleh keuntungan bersama, namun begitu persaingan tetap ada dalam proses menarik pelanggan. Pak Eko mengaku sering memberikan harga pas kepada para pelanggannya sehingga jarang terjadi proses tawar-menawar diantara penjual dan pembeli sehingga transaksi dapat berlangsung cepat. Dalam hal proses pembukuanpun Pak Eko hanya mencatat jumlah barang keluar dan masuk tidak ada pembuakan yang spesifik seperti menggunakan metode akuntansi.
Selain Pak Eko ada juga pedagang lainnya yaitu Pak Ranto yang mengemukakan pendapat yang tidak jauh berbeda dengan Pak Eko, kesamaan ini dikarenakan tingkat pendidikan yang merata sehingga pengetahuan mengenai teori berjualan maupun strategi penjualan terkesan biasa-biasa saja. Ada juga Pak Bambang yang berjualan dipasar bratang, Pak Bambang sendiri bersama salah seorang keluarganya yang juga berjualan dipasar bunga bratang saling bekerja sama dalam hal penjualan dan kadang memproduksi barang bersama.
Ada juga Bu Anik yang menjadi pelaku produsen dipasar bunga bratang ini, diumurnya yang sudah tidak lagi muda dan sudah tidak kuat bekerja yang berat Bu Anik dibantu oleh seorang anaknya yang juga membantu proses produksi serta membantu Bu Anik dalam hal pembukuan didalam usahanya. Diumur Bu Anik yang sudah tidak lagi muda ia menginginkan jika kelak usahanya yang ia rintis dan bangun sendiri ini bisa diteruskan oleh anaknya. Tingkat pendidikan yang rendah membuat anak Bu Anik tidak bisa berbuat apa-apa selain membantu ibunya.
Dan produsen terakhir yang kami wawancarai adalah Pak Tri Utomo selaku mantan ketua dari Himpunan Pangguyuban Pasar Bunga Bratang(HPPBB) sendiri. Baru kami ketahui bahwa Pak Tri sendiri ialah salah satu diantara banyak pedagang dipasar tersebut yang juga pernah menjabat sebagai ketua dihimpunan tersebut. Pak Tri mengaku bahwa ia sudah tidak lagi menjabat sebagai ketua di Himpunan Pangguyuban Pasar Bunga Bratang(HPPBB) per tanggal 1 september 2012 dikarenakan harus ada pergantian pengurus. Keputusan yang akan mengambil ahli tugas-tugas dari Pak Tri sendiri akan ditentukan oleh badan pusat yang mengetuai Himpunan Pangguyuban Pasar Bunga Bratang(HPPBB).
Pak Tri banyak bercerita mengenai suka-duka selama ia berjualan disini yang membuatnya sudah terbiasa menghadapi rintangan yang ada didalam pasar. Pak Tri sendiri mengaku sudah sangat lama berjualan dipasar bratang sampai ia diangkat dan dipercaya oleh badan pusat untuk bertanggung jawab serta mengetuai Himpunan Pangguyuban Pasar Bunga Bratang(HPPBB). Didalam pasar bratang sendiri Pak Tri mengamati tidak ada rasa tenggang rasa atau kerja sama diantara satu produsen dengan produsen yang lainnya, berbeda dengan yang produsen lain ceritakan kepada kami Pak Tri malah mengungkapkan bahwa para produsen disini cenderung berusaha mencari keuntungan sendiri-sendiri tanpa ada kerja sama diantara mereka.
Faktor kepercayaanlah yang paling susah dalam hal kerja sama diantara mereka yang membuat antar produsen tidak pernah saling bertukar pemikiran tetntang bagaimana hasil produksi mereka satu sama lain.













Ø  Ada sebanyak sembilan konsep teori perusahaan yang dijelaskan oleh Fritz Machlup :
1)      Teori perusahaan sebagai reaktor perubahan untuk mengubah lingkungan.
2)      Diangankan sebagai perintis ( inisiator ) terutama bila dikaitkan dengan invensi dan inovasi dalam pembangunan.
3)      Sebagai reaktor kesejahteraan.
4)      Dalam teori monopoli dan oligopoli perusahaan dianggap sebagai reaktor  dan inisiator untuk interaksi kelompok.
5)      Sebagai suatu sistem kerja sama  dengan  koordinasi dalam organisasi yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab.
6)      Dalam ilmu manajemen teori perusahaan diperlukan guna mengelola suatu sistem informasi dan pengambilan keputusan.
7)      Dalam penilitian dan konsultasi teori perusahaan mengarahkan kegiatan  dan mencapai kinerja yang optimal.
8)      Teori perusahaan diperlukan dalam aspek akuntansi.
9)      Teori perusahaan diperlukan dalam kaitannya dengan aspek legalitas, tuntutan hak dan kewajiban ( manajemen personalia ).

Ø  Apabila dikaitkan dengan industri pasar bunga bratang :
1)      Teori perusahaan bagi sebagian pedagang yanga ada dipasar bratang merupakan sebuah mesing untuk merubah lingkunga sekitar. Seperti Pak Tri Utomo yang mengatak misi nya kedepan untuk dapat memiliki pasar monopoli sendiri yang dikelolanya. Hanya karena keterbatasan modal yang dimilikinya maka Pak Tri mengurungkan niatnya sementara sampai semua modal sudah terkumpul dan mendapat dukungan dari para pedagang lainnya.
2)      Untuk sampai dengan sekarang ini belum banyak para pedagang berani untuk melakukan invensi dan inovasi dipasar bunga bratang. Mereka semua disana berjualan cenderung standart biasa-biasa saja.  Jauh dari kesan sebagai perintis ( inisiator ).
3)      Banyak diantara para pedagang yang mengatakan dirinya dan keluarga masih jauh dari kesan sejahtera jika hanya mengaharapkan penghasilan dari pasar bunga yang mereka buka. Penghasilan yang mereka terima terkesan hanya cukup untuk menutupi modal dan sisanya untuk makan sehari-hari.
4)      Dalam pasar bratang satu pedagang dengan pedagang lainnya sering kali berinteraksi. Entah dalam bentuk sapaan atau yang lainnya. Pertemuan juga rutin diadakan untuk menjalin keakraban diantara semua pedagang yang terdapat dalam pasar bunga tersebut. Kebanyakan beberapa pedagang memiliki rekan atau partner kerja sendiri-sendiri. Hal tersebut dikarenakan keakraban yang berbeda-beda antara satu pedagang dengan pedagang lainnya.
5)      Pasar bunga bratang memiliki suatu wadah organisasi yang saling berkoordinasi antara satu pedagang dengan pedagang lainnya dalam menjalin kerja sama. Pertemuan tersebut salah satunya bertujuan untuk membantu para pedagang yang kekurangan modal untuk berjualan. Para pedagang  juga diajarkan untuk menyisihkan sedikit dari hasil penjualan mereka dengan cara arisan ritin yang dilakukan oleh para pedagang. Didalam organisasi tidak ada yang berhak atau memiliki wewenang untuk mengatur pelanggan hanya diberikan arahan agar bisa lebih baik.
6)      Pasar bunga bratang yang masih terkesan tradisional tidak mengenal teori perusahaan yang baik, walaupun tidak semua pedagang tersebut ketinggalan zaman dengan teknologi komputer seperti sekarang. Kebanyakan dari mereka mengambil suatu keputusan didalam bisnis hanya berdasarkan nalar saja , tanpa ada teori perusahaan. Sistem infomasi didalam pasar bunga bratang sendiri hanya berdasarkan informasi dari para pedagang-pedagang lainnya sebatas mulut kemulut.
7)      Beberapa pedagang yanga ada didalam pasar bunga bratang terdapat beberapa orang yang mengenal sedikit-sedikit mengenai beberapa teori perusahaan. Karena diantara mereka ada yang pernah beberapa kali menghadiri seminar ataupun beberapa pelatihan-pelatihan bagaimana aca berwirausaha yang baik, mengatur keuangan dan sebagainya agar mendapat keuntungan yang optimal. Selain megatur keuangan beberapa pedagang juga sudah mulai memperhatikan kinerja mereka sendiri, apakah mengalami kemajuan, biasa-biasa saja atau bahkan mengalami kemunduran.
8)      Hampir semua para pedagang yang kami hampiri tidak memiliki pembukuan yang terperinci mengenai hasil penjualan mereka. Hanya terdapat buku pemasukan barang dan pengeluaran barang saja yang mereka catat kedalam buku. Keterbatasan pendidikan yang membuat para pedagang tidak dapat membuat akuntabilitas yang jelas dalam pembukuan mereka, namum begitu mereka mengaku tidak pernah merasa kerugian yang besar atas pembukuan yang mereka buat sendiri.
9)      Semua pedagang yang kami temui mengatakn bahwa pasar tempat dimana mereka berjualan merupakan hal yang legal. Karena mereka mengantongi surat-surat izin yang digunakan untuk berjualan dipasar bratang. Mengenai hal atau strategi berjualan merekapun yakin semuanya sudah sesuai dengan aturan yang berlaku didalam pasar tersebut. Mengenai kewajiban, para pedagang mengaku sudah memenuhi kewajibannya dengan membeli tempat dimana mereka berjualan dan sudah membayar uang bulanan yang diminta oleh himpunan yang menaungi mereka. Dengan begitu mereka sudah berhak untu dapat berjualan dengan nyaman didalam pasar bunga bratang tanpa takut digusur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar